Dalam rangka mempererat silaturahmi serta meningkatkan kualitas pendidikan, keluarga besar SD ‘Aisyiyah dan IWAMA bekolaborasi untuk menyelenggarakan Kajian IWAMA dan Parenting sebagai program pembinaan berkelanjutan bagi orang tua dan wali murid. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menambah ilmu, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi antara orang tua, sekolah, dan lingkungan dalam mendidik anak-anak.
Kajian rutin IWAMA dan parenting tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keislaman, tetapi juga menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama di rumah. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan mampu memahami tanggung jawab pengasuhan secara utuh, seimbang antara pendidikan iman, akhlak, dan karakter.
Tujuan dan Harapan Kegiatan
Kegiatan kajian rutin dan parenting ini bertujuan untuk:
• Meningkatkan pemahaman keislaman orang tua dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
• Membekali orang tua dengan wawasan dan keterampilan parenting yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
• Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak.
• Menguatkan komunikasi dan kerja sama antara orang tua dan sekolah.
• Menciptakan lingkungan pendidikan yang selaras antara rumah dan sekolah.

Dengan tujuan tersebut, kajian ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi spiritual, emosional, maupun sosial.

Pelaksanaan Kajian
Kajian rutin IWAMA dilaksanakan secara berkala dengan menghadirkan pemateri Ustad Pairin, M.Pd,I. pemateri yang kompeten dan berpengalaman di bidang keislaman, pendidikan, serta pengasuhan keluarga. Materi yang disampaikan pada kajian hari ini (31/01/2006) mengenai kunci sukses bahwa kunci dari sukses itu ada 4 jenis , yaitu Rajin sholat, rajin belajar, rajin mengaji AL Quran dan selalu berbakti kepada orang tua.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat, santai, dan penuh kekeluargaan. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman, sehingga kajian menjadi lebih hidup dan aplikatif.

Pelaksanaan parenting
Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, peran orang tua dalam mendidik anak semakin menantang sekaligus bermakna. Generasi Alpha tumbuh di era digital dengan berbagai kemudahan, informasi tanpa batas, dan perubahan yang dinamis. Oleh karena itu, dibutuhkan pola asuh yang tepat, penuh cinta, dan berlandaskan nilai-nilai kebaikan agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Parenting “Menjadi Orang Tua Bahagia dalam Mendidik Generasi Alpha dengan Cinta” hadir sebagai ruang belajar dan refleksi bagi orang tua untuk memahami peran pentingnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kegiatan parenting ini menghadirkan Kang Abdurrahman, C.Ht, C.ELF. sebagai pemateri.

Generasi Alpha dikenal sebagai generasi yang dekat dengan teknologi, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun di balik kelebihan tersebut, mereka juga membutuhkan pendampingan yang intens, komunikasi yang hangat, serta keteladanan nyata dari orang tua. Memahami karakter anak menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang sehat dan penuh makna di dalam keluarga. Jangan sampai anak-anak kita lebih nyaman dengan adanya  handphone atau gawai dari pada orang tua yang ada di rumah.

Mendidik anak bukan hanya tentang memberi aturan, tetapi juga tentang menghadirkan cinta, perhatian, dan keteladanan. Orang tua yang bahagia dan tenang akan lebih mampu menciptakan suasana rumah yang nyaman dan aman bagi anak. Dengan cinta, anak belajar menghargai, percaya diri, dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Manfaat bagi Orang Tua dan Anak

Melalui kajian rutin ini, orang tua diharapkan semakin:
• Memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran dan tanggung jawab sebagai pendidik utama.
• Mampu menerapkan pola asuh yang penuh kasih sayang, tegas, dan bijaksana.
• Menjadi teladan yang baik bagi anak dalam sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari.
Sementara itu, anak-anak akan merasakan manfaat dari lingkungan keluarga yang lebih harmonis, penuh perhatian, dan mendukung proses belajar serta pembentukan karakter.
“Menguatkan Orang Tua, Mendidik Generasi Berkarakter.”